Welcome to my world. Be nice here. Thank you. +Follow | Dashboard
LIFE, DREAM, ACTION



freebies



your freebies
blablabla



D’CATCH, 6 Hari Mengenal Asia Melalui Film
Selasa, 21 Februari 2017 | 10.58 | 0 comments
Dasar Dasar Jurnalistik
Lucia Yuriko M.B.S
153160045
Kelas B

D’CATCH, 6 Hari Mengenal Asia Melalui Film

D’CATCH (De-Centralization Asian Transnational Challenges) 2017 resmi digelar tanggal 6-12 Februari 2017 lalu di Indonesia sebagai tuan rumah. Kegiatan persahabatan ini diikuti oleh 5 negara di Asia yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, China, dan Jepang serta mengambil tempat di UPN, Hotel Sahid, Grhatama Pustaka, dan sekeliling Yogyakarta untuk produksi film.
                Memasuki tahun ke-4 nya, kali ini d’catch mengusung tema “NOW” sebagai respons terhadap era modern saat ini. Tema besar tersebut kemudian dibagi menjadi 5 sub tema yaitu Asia, City, Energy, Spirit, dan New Generation yang akan diusung oleh tiap kelompok dengan anggota dari negara yang berbeda-beda.
                Tujuan acara tahunan ini diadakan adalah untuk menyediakan sarana berkomunikasi untuk memahami perbedaan antar budaya, melalui film pendek.
“Kegiatan ini intinya bukan kompetisi tapi untuk meleburkan budaya melalui interaksi, komunikasi, permainan, dan hasil akhirnya berupa screening film saat penutupan,” ujar Damasta Satria, mahasiswa UPN Yogyakarta yang menjadi perwakilan Indonesia.

                Melalui kegiatan yang diikuti 99 peserta ini, diharapkan para peserta mampu melihat perbedaan melalui sudut pandang yag berbeda.
“Di kelompokku misalnya membahas LGBT. Di Filipina hal itu biasa, tapi di Indonesia agak sensitif karena berkenaan dengan nilai agama, jadi bagaimana kita menyatukan perbedaan itu menjasi satu kesimpulan,” tambah Damasta. (Lucia Yuriko)
Jogja Garuk Sampah, Peduli Jogja Bukan Sekadar Tugas Sekolah
Selasa, 15 November 2016 | 11.07 | 0 comments

Jogja Garuk Sampah, Peduli Jogja Bukan Sekadar Tugas Sekolah


Jogja Garuk Sampah membersihkan tembok di kawasan Tugu Yogyakarta dari poster-poster. (Satriyo Wicaksono)

JOGJA (KRjogja.com) - Jogja garuk sampah, sebuah gerakan baru yang awalnya diinisiasi oleh anak-anak muda yang gemar bersepeda berhasil menjaring 1.600 relawan.
Gerakan ini dimulai sejak tahun 2015 dan dimulai dari kegelisahan akibat celetukan para wisatawan yang menyayangkan hilangnya keistimewaan Yogyakarta akibat terlalu banyak sampah. Gerakan ini awalnya hanya diikuti kurang dari 10 orang dan sempat diremehkan karena dikira hanya sebagai tugas sekolah.
Gerakan ini mencakup wilayah Sleman (Maguwoharjo dan sekitarnya), Kota Jogja, dan Bantul (kawasan Imogiri). Segala jenis sampah dibersihkan. Mulai dari sampah visual (poster), sampah di jalanan, hingga rerumputan. Sekali beraksi bisa mengumpulkan puluhan plastic bag bahkan pernah hingga 7 ton di daerah perumahan elit di Sleman
Bekti Maulana saat membersihkan salah satu lokasi yang digunakan memasang spanduk (Satriyo Wicaksono)

"Masyarakat sekarang kebanyakan tidak tahu tentang aturan memasang poster padahal sudah ada dicatat di aturan tentang pariwara (iklan). Sebelum kita cabut posternya biasanya sudah kami kabari dulu tapi kebanyakan merasa tidak salah karena banyak poster lain di sekitar. Jadi mereka hanya tiru-tiru mayoritas," ujar Bekti Maulana (19) selaku salah satu penggagas Jogja Garuk Sampah saat ditemui di kawasan Tugu dan akan beraksi membersihkan daerah Pingit.
Harapannya semoga kedepannya masyarakat sadar aturan sehingga tidak berbuat seenaknya dan meresahkan warga. Karena sebuah kota yang bersih pasti akan membawa banyak keuntungan lainnya. (Mg-19)
 sumber : http://krjogja.com/web/news/read/14862/home3.html
Jogja yang Bersih Berdampak Pada Banyak Hal
| 10.55 | 0 comments

Jogja yang Bersih Berdampak Pada Banyak Hal

 
Berbagai komunitas meluncurkan Gerakan Jogja Bersih (Satriyo Wicaksono)

YOGYA (KRjogja.com) - Yogyakarta yang bersih akan berdampak pada banyak hal, terutama memberi nilai tambah bagi Yogyakarta sebagai kota pariwisata. Selain itu bersih-bersih di lingkungan akan membuat sehat. Kerja dan belajar nyaman yang pada akhirnya memberikan kesejahteraan.
Hal tersebut dikemukakan Pelaksana tugas (Plt) Walikota Sulistyo Yogyakarta saat memberikan sambutan pada peluncuran Gerakan Jogja Bersih di Tugu Yogyakarta, Minggu (06/11/2016). Hadir berbagai komunitas seperti Jogja Garuk Sampah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Bank BTN dan lainnya.
Penyerahan sapu secara simbolis dimulainya Gerakan Jogja Bersih
 
Ketua Jogja Bersih Wirmon Samawi SE MIB mengatakan sebagai warga Yogyakarta, sudah seharusnya setiap orang menunjukan bagaimana Jogja menjadi kota yang bersih. Caranya dimulai dari diri sendiri. "Mudah-mudahan hari ini menjadi tonggak kebersihan Kota Yogyakarta," ujar Wirmon Samawi.
Sebelum acara seremonial, ratusan orang dari berbagai komunitas secara serempak menyapu Jalan P Mangkubumi atau Margoutomo hingga Stasiun Tugu Yogyakarta, serta dari Tugu Yogyakarta hingga kantor Bank BTN di Jalan Jendral Sudirman. (Mg-19)
 
Menentukan Brand Agar Tidak Dilupakan
| 10.42 | 0 comments
PINASTHIKA CREATIVESTIVAL XVII

Menentukan Brand Agar Tidak Dilupakan

 
http://krjogja.com/kr-admin//files/news/image/14601/suneo.jpg
SLEMAN (KRjogja.com) - Menurut survey tidak lebih dari 1 % dari dari seluruh merk dibumi yang bisa diingat konsumen. Hal ini tentu menjadi keresahan beberapa entrepreneur yang mencoba membangun brand di masyarakat.
Cara-cara membangun brand ini dibahas dalam workshop Branding Urgency dalam acara Pinasthika Creativestival XVII di Hartono Mall Yogyakarta, Kamis (03/11/2016) yang dibawakan M Arief Budiman selaku CEO Petakumpet, sebuah usaha yang bergerak di bidang periklanan.
Membangun brand tidak mudah. Beberapa penyebab merk mudah dilupakan antara lain karena cara mengkomunikasikan yang tidak baik dan otak konsumen terbatas daya ingatnya. Oleh karena itu brand yang baik adalah yang bisa mewakili perusahaan walaupun tidak ada perwakilan orangnya disitu. Sebab fungsi brand adalah sebagai pengingat, pembeda, dan pendukung penjualan.
"Cara untuk mengetahui apakah brand kita sudah baik atau tidak apabila kita masih sibuk untuk menjelaskan usaha kita, berarti branding kita belum berhasil," ujar Arief Budiman. (Mg-19)
Pertemuan
Selasa, 14 Juli 2015 | 23.35 | 0 comments
Kalau engkau lentera di fajar
Bolehlah kita pulang sebentar
Sapu daun-daun di halaman
Tundukkan benih padi di ladang

Atau bisakah kita ngopi sebentar?
Berjajar rapi di barisan diskonan
Bergandengan tangan di pelataran pusat perbelanjaan

Kalau kau ragu,
Baiklah kita duduk-duduk saja di teras
Tunjuk awan-awan di atas
Bertanya-tanya dimana horizon cakrawala
Sambil rajut layangan untuk dijual batangan

Tapi akulah serbuk di kaki perabotan
Jatuh sebentar dan hilang barangkali kapan
Terbang dan melayang oleh angan-angan



(mungkin) 26/30days
-Ketikan di mood yang berantakan-
Kuping Kuping
Minggu, 12 Juli 2015 | 23.56 | 1 comments
Kuping kuping berserakan
Tergeletak dipinggiran
Tumpah ruah di jalanan
Dipunguti orang-orang kelaparan
Haus akan pembicaraan


Kuping kuping banyak di pasar
Dijajakan di kios-kios kotakan
Dijejer satu tiga ribuan
Ambil dua bonus curhatan


Kuping kuping ada di pelabuhan
Tertambat di dasar-dasar
Dijemur berjejeran
Naiklah satu dan jumpai pertanyaan
Dekati dan dapatkan jawaban


Aku cari kuping kuping di pojokan jalan
Masuk ke gang-gang dalam diam
Belok kanan jumpai persimpangan

Aku cari kuping kuping sepanjang malam
Berselancar di antara jaringan
Jemari mengetik tanpa spasi
Mata mencari tanpa henti

Ternyata kuping kuping ada di dekat sini
Angkat jemari dan tunjuk dekat ulu hati
Dia bersemayam disini
Jauh sebelum kau mampu berlari mencari

Ketuklah maka akan di bukakan
Bicaralah maka akan di dengarkan
Berhenti mencari maka kau akan menemukan

Kuping kuping di hati ada sepasang
satu punya-Nya satu punya ku

Ternyata cari kuping tak perlalu kesana kesini
Cukup berlutut dan lipat tangan dekat hati



24/30
-Untuk kawanku yang hati nya lelah mencari-
Alasan Marah
Kamis, 09 Juli 2015 | 23.14 | 0 comments


Bolehkah aku marah
Tak kutemukan alasan untuk tidak membencimu
Diantara ribuan nats untuk mengasihi

Bolehkah aku marah
Karena lagi-lagi kucari alasan untuk berhenti membencimu
Diantara ayat-ayat suci tentang kasih dan pengharapan

Bolehkah aku marah
Karena otakku tak bisa berhenti berpikir
dan telinga ku tak bisa menutup
Dari gaung amarahku

Berilah aku satu alasan
Untuk sekali saja menangis
Karena aku lelah dan ingin berserah


(utang) 22/30days

Older Post