Welcome to my world. Be nice here. Thank you. +Follow | Dashboard
LIFE, DREAM, ACTION



freebies



your freebies
blablabla



SAYEMBARA PUTRI DIOMIR
Rabu, 08 September 2010 | 16.16 | 0 comments
Kerajaan Bohemia diperintahkan oleh seoarang raja yang amat berkuasa dan mempunyai seorang putri bernama putri\ Dionira. Banyak pangeran dating untuk melamarnya. Namun Diomira sangat pemilih. Tak ada pangeran yang berkenan di hatinya.

Raja              :  Kau harus menikah Diomira, aku membutuhkan seorang menantu untuk membantuku danseorang cucu untuk meneruskan keturunanku.

Diomira mengeluh dia tahu suatu saat dia harus menikah juga. 
Tetapi dia ingin menikah dengan seorang pemuda yang pandai. Baginya mereka yang melamarnya semuanya
membosankan. 

Diomira               :  “Ayahhanda aku akan menikah dengan pemuda yang dapat         kamar bersamaku     selama 3 jam dan tak boleh membiarkanku keluar dari kamar.

Raja merasa lega. Sayembara itu nampaknya tidak sulit. Tapi sayembara itu tidaklah semudah yang 
diduga..Pelayan putri Diomira adalah seorang tukang sihir. Pemuda-pemuda mencoba peruntungannya.

Pangeran Mathew   : Tenanglah Diomira, akau akan memenagkan sayembaramu.Bersiaplah                                               kau menjadi permaisuriku
  
 Namun ternyata tak semudah yang pangeran Methew kira. Diomira berhasil keluar dari kamar. Akhirnya 
datanglah pangeran Matias.

Pangeran Matias        :”Salam hamba Diomira.Berkenankah putri bila saya mengikuti  sayembara putri?”

Putri Diomira            :“tentu pangeran Matias.Siapapun berhak mengikuti sayembara ini”

Pangeran Matias datang bersama 3 pengawalnya yang sakti yang
bernama Tangan panjang, Lidah Api, dan Mata Elang.Pangeran Matias lalu duduk dia .selama 2 setengah jam belum ada kejadian apa-apa.

Pangeran Matias       :”huh…lama-lama sayembara ini membosankan.Tapi biarlah aku
                                   Yakin bahwa aku akan menang”                                               
Pelayan                     :: Bruk..brak…brik..

 Kemudian putri berubah menjadi apel dan menggelinding ke bawah lemari. Tak seorangpun yang tahu kecuali
 mata elang.

Mata Elang              : “Putri berada di bawah lemari!” (berbisik pada tangan panjang).

: Tangan panjang lalu mengambilnya. Segera apel itu berubah menjadi Diomira. Pangeran matias mulai bosan. 
 Dia menguap. Segera pelayan membisikkan mantra.

Pelayan                     : kecipak,,fish

 Diomira berubah menjadi ikan emas yang berenang dalam aquarium. Lagi-lagi hnya mata elang yang tahu.

Mata Elang               :  Putri di aquarium.(berbisik pada lidah api)

Lidah api meniup aquarium hingga pecah dan airnya mendidih. Tangan panjang mengambilnya. Ikan itupun 
berubah lagi menjadi putrid Diomira. Nampaknya pangeran Matias akan berhasil memenangkan sayembara
Tapi sekali lagi bibir pelayan Diomira bergerak.

Pelayan                       : wusshhbird.
Mata Elang                 : Diomira menjadi merpati.
Sang pangeran segera melompat berdiri, meregang busur, dan dengan tepat memanah merpati itu pada kedua 
 sayapnya. Dalam sekejap burung itu menjadi putrid Diomira.

Pelayan                  :  Pangeran,waktu sudah habis.Maka pangeran keluar sebagai pemenangnya.Pangeran       Matias menang!

Diomira harus menikah dengannya.

Raja                       :“Baguslah Diomira!kau berhasil menemukan calon suami.Ayah yakin kamu tidak akn     menyesal.Karena dia anak raja Midas yang bijaksana dan kaya raya.”
Lagi pula sesungguhnya putri Diomira juga mencintai pangeran Matias. Selain tampan pangeran ini juga sangat
cerdik. 

Sebulan kemudian

Raja                       : “Rakyatku sekalian besok kalian semua kuundang ke pesta pernikahaan anakku!”

Rakyat yang miskin juga diundang pada pesta pernikahan mereka.

Pangeran Matias   :”Abdiku yg setia ku ijinkan kau tinggal di sebuah desa yg damai.Agar kau dapat beristirahat denan tenang bersama keluargamu”

Pelayan                  :  “Terima kasih pangeran”

Yach… menurut pangeran Matias,  ia takkan hidup tenang jika ada pelayannya yang merangkap jadi tukang
sihir 

 TERIMAKASIH

Label:


Older Post | Newer Post