Welcome to my world. Be nice here. Thank you. +Follow | Dashboard
LIFE, DREAM, ACTION



freebies



your freebies
blablabla



too many drama-queen here
Jumat, 23 November 2012 | 20.14 | 0 comments
beware, this post will be so drama-queen, if you won't it, the close botton is alredy "one-click"

berawal dari "wawancara" teman saya pada saya sekitar satu bulan lalu, saya tergelitik (?) untuk menulis postingan seperti ini. mungkin datanya udah nggak terlalu akurat. otak saya juga terbatas men, tapi saya udah ngrencanain bakal posting kayak gini. dan, here we go!

taman saya cerita panjang lebar, bagaimana dia begitu tersiksa dengan bentuk tubuhnya. menurut saya nggak ada salah tuh, mungkin dia cuma kelebihan 5kg dari porsi tubuh normal, tapi who care? ya dia sedikit gemuk. tapi menurut saya biasa aja, nggak ada yang "wow" dan sedikit pendek, dan sekali lagi ini bukan hal yang "wow". tapi dia selalu mengeluh. dia cerita bagaimana laki-laki dambaannya (?) (<---- saya nulis ini jijik sendiri) selalu nggak suka sama dia. waowwwwwwwwwwwwwwwww, kenapa bingung sih? saya hampir selalu gitu, dan biasa aja. saya nggak jarang negative thingking "am i too fat?am i so weird? etc" (<-- penulis emang kePDan)
lalu setelah nasihat panjang lebar, dia interogasi saya :

pernah suka sama orang?
let you to know, saya bahkan masih bingung sama konsep suka,sayang,cinta (<---- sekali lagi saya jijik nulisnya) kenapa?saya bingung, kenapa perasaan bahkan ada tingkatannya? apa bisa diukur? kalau bisa, siapa yang ngukur?apa alat ukurnya? kenapa ada batasannya, dan semua pertanyaan absurd lainnya. namun sebagai manusia pengikut trend (iyuhhhh) saya ikuti saja alur manusia-manusia yang lain.
suka sama orang? banyak sih, banget.   ..... dari keluarga, sahabat-sahabat saya, penjual koran tribun dari bangjo JBs (Skip), satpam di hotel Sri Wedari, bruder, pengamen di bangjo gelael, banci di pertigaan maguwo, guru bahasa inggris PPL, satpam sekolah, guru les fisika, FO di tempat les, dll
kenapa? senyum mereka tulus.

pernah ditembak berapa kali?
"kepo banget sih" udah simpel. gitu doang jawaban gue. yang masih bikin saya geli sampai sekarang. kenapa sih peristiwa nyatain perasaan itu bisa dibilang "nembak"? apa karena bisa bikin jantung berdegub-degub kayak ditembak? (Skip) atau karena peristiwanya tiba-tiba kayak penembakan buronan?(Skip) atau apa? :o
sejauh saya 15tahun 1 bulan (+9bulan 10 hari) hidup, semua yang "gitu" ke saya nggak pernah ada yang berkesan. oke ini lebay. tapi memangnya kenapa sih? kenapa orang-orang selalu malu dan parno sendiri kalau mbicarain ini? saya sih biasa aja. tapi emang kenapa sihhhhhhh? saya sendiri bingung, saat teman-teman saya heboh cerita rasanya punya pacar baru, dll. saya biasa aja. saya bahkan nggak pernah ngrasain berdegub-degub dan kawan-kawannya itu (?) it was complicated

kamu kan cantik (ini suer, pertanyaannya gini) pernah nggak sayang banget sama orang? 
hal pertama yang saya lakukan setelah teman saya tanya adalah : ketawa.
bagi saya, cinta saya baru 3 : Tuhan, Keluarga, Buku. emmmmm, kalo setingkat di bawahnya sih ada. tapi ya, it was complicated (Again) and I have tired

gimana sih rasanya?.
saya bahkan lupa rasanya :| serius. saya rindu saya yang masih kanak-kanak. yang nggak ribet. bahkan nggak perlu mikir. easy going aja. kadang saya benci saya yang sudah "menua". semuanya harus ada pola pikirnya, harus ada alasannya :|
dulu waktu masih jaman SD, naksir-naksiran mah biasa. saya naik antar jemput, pura-pura salah kirim sms tanya peer, waktu nyampe jembatan layang tinggal ngliat rumahnya yang pas di bawah jembatan. biasanya dia lagi pake sepatu dan saya bisa senyum seharian. simpel kan?
bahkan sepupu saya bernah cerita, dia juga benci dirinya yang sudah menua. untuk suka aja harus mikiran agama, pekerjaan,masa depan, restu ortu, pendidikan,gelar, dll.
sama seperti kita. mungkin sebagian yang baca posting ini temen-temen sesama komunitas blogger yang mash remaja. kita mungkin juga udah "menuju" tahap seperti itu. salah satu teman saya bahkan sudah mulai memikirkan agama, pendidikan, RAS, dll. it was so funny! we're a-little-bit-young. don't take it so serious, haha :)

pernah sakit hati?
sebenernya saya nggak tau mau jawab apa
mungkin dulu bukan kita (<--- tuh kan geli lagi) yang ciptain rasa "gituan" (<--- lebih keren pake bahasa gituan, gaul men) mungkin lebih ke saya nya. you take it easy, and not for me :|
tapi mungkin setiap individu pernah ya, bukan cuma masalah "gituan" (<--- tuh,kan) mungkin juga masalah sosial, keluarga, dll :)))
jimat saya cuma : i'll be fine, always better :))))

sekarang lagi ada "affair" (<--- teman saya beribu lebih keren kosakatnya nya drpd kamus)
 nggak tau. Am I took it so easy?
 sepupu saya (yang lebih mirip psikiater berjalan) juga pernah tanya kayak gini. dan saya selalu nggak bisa jawab. sebenenya rasanya capek. enelan deh. apalagi buat yang udah "berumur" dan bukan bau bawang lagi. mungkin pada berusaha tampil cantik, modis, keren, uptodate, pinter, dll. dan saya simpulkan : capek jadi kayak gitu.
masa bodoh saya teori "just be yourself", aren't you? no.
bahkan menurut saya orang yang paling cuek juga nggak akan secuek itu,kan? x)

Pernah punya pacar? 
belum. dan sekali lagi dia nggak percaya. padahal katanya saya cantik (enelan,ini tanpa rekayasa). tapi lha yo beneran kok. lucunya teman saya itu pernah pacaran sekali, waktu kelas 7. "gimana rasanya?" dia cuma bilang : biasa aja. saya heran juga, biasanya kan ababil macam kami ini too over kalo udah hal ginian. setelah kasak-kusuk ternyata dia jadian karena : pengen nyobain aja. it was tooooooo manyyyyy rasberyyyyy stroberyyyy blackberyyyyy FUNNY! saya kira cuma orang bodoh aja yang kayak gitu. (dia pinter) tenyata gitu juga. pffft :| or am I took it so serious? saya kira untuk hal "gituan" nggak lucu ah kalo alasannya cuma pengen nyobain aja. sama halnya kayak kamu ditawari narkoba dan kamu mau cuma karena alasan : mau nyoba. waktu saya tanya lanjutannya dia bilang : nyesel juga sih . karena katanya kalo nggak punya pacar di sekolahnya dianggep norak
ja