Welcome to my world. Be nice here. Thank you. +Follow | Dashboard
LIFE, DREAM, ACTION



freebies



your freebies
blablabla



"kak,jangan tidur ya"
Senin, 05 November 2012 | 20.29 | 0 comments
tepukan kecil di lutut saya tadi sewaktu pulang sekolah membuat saya tergerak untuk membuat postingan ini. jangan pernah berpikir ini rasis dan bagian dari mengumbar. it just a post, writting is free,isn't it?

saya lahir dari jembatan kinjugasi antara Batak dan Jawa, jangan pikir bagaimana rupa saya. meskipun kata keluarga saya not too bad lah, but who cares? banyak orang bilang bapak saya seperti orang arab, saudara saya tersebar banayk di pulau sumatera dan kalimantan sementara minim sekali di Jawa.

masih saya ingat dulu teman saya tanya "kalau panggil orangtua gimana?" dengan tegas saya jawab : mami & papi. dan jangan bayangkan saya perempuan putih unyu nan tambun dengan ayah yang putih klimis dan sepatu selalu bersemir sementara mama saya layaknya toko mas berjalan. BIG NO-NO!

saya biasa saja, demikian adek saya. Bapak saya nggak ada cerminan seorang "papi-nya FTV" garis wajahnya keras, hidungnya mancung, kulitnya hitam, bicaranya kadang pedas, badannya tegap besar. mama saya? she is down to earth. lahir di jawa, besar di jawa, keluarganya jawa semua. mukanya halus, setiap hari selalu cuci muka pake teh basi. rahasia awet mudanya. kalau sore kerjanya nyabutin rummput. jangan dikira dia hanya duduk dirumah nonton tivi. dia wanita paling hebat yang pernah saya kenal. setiap hari kerja banting tulang. sore antar adek dan saya les ini itu. masih nyuci baju, masak ini-itu.

"terus kenapa panggil papi-mami luc?"
saya pingin ketawa kalau kalian tanya gitu. dari jaman buyut dulu keluarga papa saya selalu panggil orangtau dengan sebutan gitu. nggak ada sejarahnya paggil "nyak-babe, mama-papa,ayah-bunda,bapak-ibu,mom-dad" hahah :D
kata bapak saya, di suku nya sana memang begitu. jadi saya mau protes ya nggak bisa. dan saya sih biasa aja. dan saya paling benci liat tatapan mereka-mereka yang terkejut saat dengan santainya saya bilang "aku panggilnya papi-mami kok" 

so what? does a sweet-name-call can be a problem? i guess no
saya pikir saya nggak perlu protes dengan cara itu. itu hanya panggilan dan itu kebiasaan.
jangan tanyakan saya seberapa dekat dengan keluarga saya.

kalian bahkan tertawa saat membacanya
Ompung doli (kakek) saya anak pertama dari 11 bersaudara, belum Ompung boru (nenek) saya. yah walupun nggak tau juga sih :p kake saya sendiri aja beranak 5. belum saudaranya nomer 2, nomer 3, dst.......................
gimana ngapalnya coba? om saya aja udah beranak 6. saudara saya tersebar dimana-mana. buat ngapal temen les sekelas aja susah apalagi sodara d-__-b    dan saya nggak boleh salah panggil. bisa fatal men akibatnya. misalnya harusnya itu adeknya anaknya buyut saya, harusnya "bapa-uda" tapi saya panggil "bapa-tua" perang mulut deh -____-

trus hubungannya sama judul diatas apa luc?
saya cuma mau perjelas, "i love them just the way they are"
masih saya ingat waktu saya sakit kamis malam (See in older post) ayah saya datang ke kamar, ngecek suhu saya. walaupun saya pura-pura masih tidur, saya tau dia berdoa :)
waktu pagi-pagi subuh saya bangun untuk belajar, saya dengar mama saya doakan saya di ruang doa biar sukses sekolahnya. what a cool mom! :3 

mereka yang selalu bangunkan saya saat kelelahan di motor "kak,jangan tidur ya"
satu tepukan kecil di lutut yang selalu selamatkan saya dari terjengang di motor ataua matel-yang-terjepit-di-jeruji-ban (Serius saya pernah alami gara-gara kelelahan pulang sekolah).

mereka yang selalu buatkan saya jamu kunir asama waktu saya datang bulan, mereka yang semangatin saya waktu mati-matian belajar untuk ujian, mereka yang selalu tawarkan untuk jemput saya dan adik dari sekolah, mereka yang daftarkan saya les ini-itu biar tambah pintar, mereka yang carikan info lomba antarkan doakan ajarkan dan beri selamat saat saya menang, mereka yang cuci dan setrika baju saya.

tapi yang saya sadari, saya belum balas apa-apa
saya yang selalu bersungut-sungut saat diminta pijitkan waktu mereka sakit ,padahal mereka doakan saya, saya yang selalu menghindar saat disuruh belanja di pasar, padahal mereka yang cukupi kebutuhan saya setiap hari, saya yang selalu malas belajar padahal mereka biayai saya selama 11 tahun dan les ini-itu


alau dipikir saya nggak bisa, dan selamanya nggak akan bisa ganti semua yang mereka beri. saya hanya balas dengan doa dan prestasi. watever i do, they always support me. whatever i angry they always understand, hmpffftt (=.=")
saya sama sekali bukan tipe anak ideal yang bisa diumbar cerita sana-sini sama teman-teman mama saya. tapi satu hal yang saya tau. saya yang paling hebat dari anak-anak teman mama saya. sekali lagi saya nggak sombong, tapi setiap saya datang mereka selalu bilang "wah hebat ya habis juara", "wah lucia rangking 10 besar di sekolah ya, mami nya pasti bangga ya?", "felix habis dari singapore lomba ya?juara laig, ckckkc, jeng anaknya dikasih makan apa to?", "wah felix dansanya hebat ya, kemarin dair malaysia ya?katanya mami taun depan ke hongkong ya?wah les dimana to jeng?"

satu rasa yang selalu terselip di tiap ucapan mereka : haru
saat kalian menginjak senja nanti, saya dan adik yang akan balas, kami yang akan jaga. when you don't expect we to be care, we always care
so, whatever you do, i always love you <3

with love,
lucia

Label: , , ,


Older Post | Newer Post