Welcome to my world. Be nice here. Thank you. +Follow | Dashboard
LIFE, DREAM, ACTION



freebies



your freebies
blablabla



Human Trafficking
Jumat, 06 September 2013 | 22.32 | 1 comments
Adakah salah satu dari antara kalian yang pernah menonton film "Amazing Grace" (2006) atau "My Sister's Keeper" (2009) ? Jika ada, masih ingatkah kalian tentang pokok bahasan dalam film tersebut? Atau mungkin ada pembaca yang belum pernah menonton film tersebut? Baiklah akan saya ceritakan inti dari film tersebut.

Dalam film "Amazing Grace" (2006) mengisahkan tentang seorang politikus yang memperjuangkan UU anti perdagangan manusia. Dalam perjuangannya, Ia bertemu dengan mantan nahkoda yang tinggal dalam gereja penuh dengan roh budak-budak kapal yang dahulu telah meninggal dalam perjalanan menuju Jamaika untuk dijual pada orang-orang Eropa. Di Jamaika, mereka bekerja keras di sebuah tambang tertutup. Selain itu banyak anak kecil dan perempuan yang meninggal akibat jatuh ke kawah berapi karena pekerjaan mereka untuk menambang di sekitar situ.

Sementara itu dalam film "My Sister's Keeper" (2009) dikisahkan tentang seorang gadis cilik yang lahir hanya untuk menjaga kakaknya tetap hidup. Ia lahir dari proses bayi tabung dan telah dirancang sedemikian rupa agar organ-organ tubuhnya dapat dipergunakan untuk mengobati kakaknya yang sakit kanker. Namun setelah Ia beranjak dewasa, Ia memperjuangkan haknya agar organ tubuhnya tidak di eksploitasi orangtuanya. Karena Ia tau kakaknya tidak akan bertahan lama. Sementara jika organ tubuhnya terus di eksploitasi, maka Ia terancam meninggal.

Nah bagaimana menurut kalian mengenai review singkat film-film tersebut? Secara garis besar, film-film tersebut mengisahkan tentang eksploitasi manusia secara berlebihan. Atau lebih dikenal dengan istilah Perdagangan manusia (Human Trafficking). Menurut Wikipedia, perdagangan manusia adalah segala transaksi jual beli terhadap manusia. Bentuk-bentuk perdagangan manusia pun ada berbagai macam. Contohnya migran, ekploitasi berlebihan, perdagangan anak, dan perbudakan berkedok pernikahan.


Faktor-faktor perdagangan manusia pun ada berbagai macam, yaitu :
1. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahayanya. 
Kesadaran ini tidak harus didapat dari para korban/pelaku. Tetapi kita dapat memahami gejala-gejala di lingkungan sosial kita. Kita juga harus menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar.
2. Faktor ekonomi 
Mempunyai tanggungjawab yang besar bagi keluarga biasanya menjadi faktor utama beberapa orang mau mengikuti praktik perdagangan manusia ini. Namun menjadi korban bukanlah solusi utama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Walaupun mendapat hasil yang lumayan banyak, namun apalah gunanya jika membahayakan diri sendiri dan lingkungan sekitar?
3. Kebudayaan masyarakat sekitar
Kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan turun temurun biasanya akan menjadi tradisi/kebudayaan. Contohnya : laki-laki harus menjadi tulang punggung keluarga. Padahal tidak semua kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi oleh pendapatan laki-laki saja. Oleh karena itu, sang istripun akan menghalalkan segala cara agar dapat memenuhi kebutuhan,
4. Kurangnya pencatatan/dokumentasi
Kurangya pencatatatan saat kelahiran. Sehingga ada beberapa orang yang lahir di negara tersebut, namun tidak mempunyai akte kelahiran. Sehingga negara tidak dapat menjamin kelangsungan hidupnya dan memenuhi haknya sebagai warga negara. Saat sudah terjadi perdagangan manusia, disinilah media massa berperan penting dalam mendokumentasikan peristiwa tersebut. Agar mendapat respon dari masyarakat dan menambah informasi. Sehingga masyarakat dapat mengambil peran dan pelajaran dalam sebuah kasus
5. Dll 

Lalu apakah akibat dari perdagangan manusia? Jika dilihat dari sudut pandang korban, korban bisa mendapat dampak negatif dalam hal fisik dan psikis. Dalam hal fisik, perdagangan manusia dapat menurunkan kesehatan seseorang. Sementara itu psikis korban juga dapat terganggu. Sehingga Ia tidak dapat berkembang secara sempurna dalam hal pendidikan, sosial, psikis, dan spiritual.

Pemerintah juga berperan penting dalam masalah sosial seperti ini. Terutama membenahi hukum yang lemah di negeri ini. Dimana yang bersalah dapat dibenarkan dan yang benar dapat disalahkan. Agar tidak terjadi kesalahan seperti itu, maka dibuatlah peraturannya. Penghapusan perdagangan perempuan dan anak sudah disahkan sejak 30 Desember 2002 melalui Keputusan Presiden No.88 tahun 2002.

Bagaimana cara menanggulangi permasalahan seperti ini? Menurut saya, masyarakat sudah harus disadarkan mengenai gejala dan dampak perdagangan manusia sejak dini. Sehingga setiap orang dapat menciptakan pertahanan bagi dirinya sendiri dan orang lain.Pemerintah juga dapat berperan. Dengan cara memperkuat sistem hukum dan menjaga perbatasan NKRI dengan lebih ketat. Sehingga tidak ada lagi seludupan imigran gelap dari negara lain yang dapat membahayakan negara kita. Sebaiknya kita juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena manusia diciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk saling memusnahkan

Sumber :
gambar 
artikel 1 
artikel 2 

Older Post | Newer Post